Penulis Kehidupanku

  • Merry

    Merry

    Saya Merry dari Kota Jambi, saya disabilitas polio dengan alat bantu kursi roda. Inilah karya Merry: [read more]

  • Jelo (Jessica Lowell)

    Jelo (Jessica Lowell)

    Jelo adalah seorang penulis yang tinggal di Tangerang Selatan. Ia memiliki disleksia, namun hal itu tidak menghalanginya untuk terus berkembang dalam dunia belajar dan berkarya. Jelo telah menyelesaikan sertifikat teologi di Amanat Agung, Saat ini, ia sedang bersiap melanjutkan studi di bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya. Inilah karya Jelo: [read more]

  • Kevin Julio

    Kevin Julio

    Kevin Tangerang. Inilah karya Kevin: [read more]

  • Romi Alber Wisaputra Mendrofa

    Romi Alber Wisaputra Mendrofa

    Tinggal di Pulau Nias, Sumatera Utara. Saat ini sedang menempuh pendidikan kuliah. Senang bermain musik, melukis, komputer dan menulis. Inilah karya Romi: [read more]

  • Regina Megumi Tandiari

    Regina Megumi Tandiari

    Aku merupakan seorang penyandang tunadaksa yang lumpuh dari leher ke bawah. Saat ini bekerja sebagai karyawan Human Capital di salah satu perusahaan pembiayaan swasta di daerah Jakarta Selatan dan sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Komunikasi. Inilah karya Regina: [read more]

  • Caroline Dessyamonica

    Caroline Dessyamonica

    Sebagai penderita gangguan mental, Caroline mau terus bertumbuh mencari pemulihan. Pergumulan yang tidak pernah berhenti, tidak membuat dia bergerak untuk berkreasi. Inilah karya Caroline: [read more]

  • Djoko Patnanto

    Djoko Patnanto

    Penderita tuna daksa yang bangkit di dalam panggilan-Nya. Dia mampu bangkit dan mengambil keputusan tegas untuk menjalankan panggilan-Nya sekalipun kondisi ekonomi dan fisik sebagai disabilitas tidak mendukung perkuliahan. saat ini Djoko adalah mahasiswa teologi tingkat akhir di sebuah sekolah teologi. Inilah karya Djoko: [read more]

  • Selvy Pritawati Sudarlin

    Selvy Pritawati Sudarlin

    Kegagapan dalam kehidupannya sebagai penderita Celebral Palsy tidak membuat dia tidak mampu menikmati hidup. Sekalipun dahulu berulang kali dia memikirkan bagaimana mati secepatnya, saat ini dia menjadi sahabat bagi mereka yang tersingkir. Inilah karya Selvy: [read more]